Gagasan LIVE Walikota Tangerang

Gagasan LIVE Walikota Tangerang

Gagasan LIVE Walikota Tangerang
Good to Great

 Catatan: Asep Ferry Bastian, SE, MM

Pada Wisuda Unis ke-38 beberapa waktu lalu, Walikota Tangerang Arief Wismansyah berkesempatan hadir dan memberikan sambutan di hadapan Senat Universitas dan ratusan wisudawan/i yang datang bersama keluarga. Audience-pun menyimak dengan seksama sambutan Walikota muda ini. Ia menyampaikan, dalam menghadapi tantangan global Pemkot Tangerang terus berbenah–melakukan beragam terobosan. Gagasan brilian pun dicetuskan yakni, LIVE Kota Tangerang. Makna singkat,  (Livable, Investable, Visitable, E-City). Nah, kata LIVE-pun sekiranya mudah di ingat oleh anda, terlibih kalau anda penyuka siaran televisi, nampak tulisan serupa ada di pojok kanan atas TV anda. Ingat kan… ! Jadi, jangan mikir kata itu terlalu asing–ke-Inggris-an. Lebih dari itu, ide Walikota ini sarat makna dan program demi mewujudkan Visi Kota Tangerang. Yakni, Terwujudnya Kota Tangerang Yang Maju, Mandiri, Dinamis Dan Sejahtera, Dengan Masyarakat Yang Berakhlakul Karimah.

Ketika Walikota Tangerang menyampaikan gagasannya, dan sesaat setelah acara usai. Sejumlah dosen pun banyak menghampiri saya dan membuka diskusi. Sebagian dari mereka bahkan mengapresiasi ide Walikota, termasuk memberikan masukan-masukan yang konstruktif. Saya melihat, ide segar dan menggiurkan ini begitu seksi secara marketing. Daya jualnya berdaya saing tinggi. Lebih dari itu, Walikota Tangerang Arief Wismanyah bertekad mentransformasikan pemikiranya dalam memimpin Kota Tangerang yang tidak ingin alakadarnya, melainkan harus lebih dari itu–harus melampaui batas atas harapan masyarakat kota–untuk menjadi kota maju dan sejahtera.

Menurut saya, konsep memimpin dari orang nomor satu di Kota Tangerang ini, sebanding apabila merujuk kepada pemikiran Jim Collins penulis buku Good to Great. Buku ini menjadi salah satu buku paling terkenal dan terlaris di dunia. Riset yang dilakukan Collins selama belasan tahun telah menemukan ; bahwa dari ribuan perusahaan di Amerika yang baik, tapi hanya belasan yang masuk kategori hebat. Baik saja tidak cukup, kalau belum hebat. Simpelnya, perusahaan berjalan normatif : yang penting ada untung meski dikit, bisa bayar gaji karyawan–dan tak peduli investor melirik atau tidak. Sebaliknya, perusahaan yang hebat mengalami transformasi dan lompatan perubahan yang dahsyat dalam hitungan waktu yang pendek.

Nah, jika itu perusahaan, maka di Pemerintah Daerah juga demikian. Dimana pun karakteristik birokrasi pemerintahan di Indonesia selalu berlangsung normatif–jarang inovasi. Padahal bedanya, kalau perusahaan di target untung, sementara pemerintahan tinggal menggunakan dan mengelola anggaran–karena sumber dana jelas dari pajak. Selebihnya, pemimpin harus berkarya terobosan untuk kesejahteraan rakyat.

Jadi, saya kira dalam memimpin Kota Tangerang, Arief Wismansyah tak ingin era kepemimpinannya berjalan normatif–berlabel  baik saja. Tapi  harus hebat–tak hanya sejajar dengan kota-kota maju di Indonesia, tapi dunia. Artinya,  kalau cuma good  saja, Kota Tangerang adalah pemilik APBD 3 triliun lebih dalam setahun, memiliki indeks IPM yang tinggi dan lain-lain. Lalu, untuk Great-nya, Kota Tangerang bisa diukur salah satunya dari prestasi–penghargaan yang sudah puluhan jenis di gondol. Pun ini sekiranya belum cukup, maka gagasan LIVE oleh Walikota Tangerang adalah inovasi-inovasi lain untuk menjadi kota yang hebat pada tahun 2020. Mungkin saja jargon-nya Megawati, yakni Indonesia Hebat, juga begitu. Indonesia dibawah Jokowi jangan cuma good tapi harus great.

Dalam manajemen pemerintahan ide LIVE Walikota Tangerang ini merupakan kebijakan okay dalam semangat membangun kota. Ini juga sesuai Renstra pembangunan jangka menengah Pemkot Tangerang, kedepan. Yang penting,  dalam memimpin menurut pakar Manajemen, Prof. MS Idrus, PhD (Guru Besar Univeritas Brawijaya), adalah membuat sesuatu yang baru, selebihnya biar sistem yang menjalankan. Itu semua akan dicatat oleh sejarah sampai kapan pun.


LIVE Kota  Tangerang ?

Jika dimaknai dengan mudah Pertama,  Livable, sejatinya, kehidupan yang madani untuk masyarakat Kota Tangerang. Setiap warganya, siapa pun itu–berhak hidup dengan layak–penuh rasa aman dan nyaman. Menurut Arief Wismanyah, indikator biar masyarakat hidup nyaman tentu saja banyak ; Mulai dari akses kesehatan, pendidikan, kebersihan–sampah, taman kota, bebas banjir, air bersih, listrik, infrastruktur jalan, lampu jalan, sarana transportasi, kemacetan, jaringan telekomunikasi–internet, adminitrasi kependudukan, pergerakan ekonomi–lapangan  pekerjaan, hingga keamanan kota. Nah, biar warga Kota Tangerang tambah betah dan cinta kepada kotanya, Walikota Tangerang begitu giat dan fokus membenahi beragam persoalan itu. Sejumlah program unggulan pro rakyat pun digulirkan. Dari keseriusannya itu, sederet presatasi dan penghargaan tingkat nasional digondol hinggga puluhan jumlahnya.  Di antara gemilangnya prestasi itu, raihan Piala Adpura Kencana salah satunya, yang mungkin anda kenal dan anda banggakan.

Kedua, Investable, kalau ini harapannya biar investor baik dalam dan luar negeri mau dan betah investasi di Kota Tangerang. Dengan bertambahnya pemilik modal yang membuka bisnis–produksi dan jasa,  lapangan pekerjaan semakin terbuka hingga bisa menekan pengangguran. Jika orang bekerja–berpenghasilan, maka peningkatkan kemampuan daya beli akan tinggi, hingga roda perekonomian baik skala mikro maupun makro berjalan. Lalu apa ukuranya kalau pemodal mau invest ? Setidaknya, ada kemudahan perijinan usaha, bebas pungutan liar, tersedianya daya listrik dan cakupan air bersih untuk industri, bebas konflik ketenagakerjaan, harmonisasi hubungan industrial tripartit, kemudahan jaringan telekomunikasi–internet, dan lainnya.

Ketiga, Visitable, Kota Tangerang akan menjadi kota tujuan wisata baik dalam dan luar negeri. Kenapa tidak ? potensi dan peluangnya juga ada. Selain sebagai wisata belanja dan wisata kuliner keluarga, juga sebagai kota tujuan wisata jasa, banyak situs budaya-sejarah, banyak event pariwisata–budaya dan religi digelar, banyak hotel, banyak mall, pusat grosir, rumah sakit, perumahan, perkantoran, perguruan tinggi, industri kreatif, manufaktur, industri consumer goods, hingga memiliki taman kota dan lainnya. Akses transportasi pun strategis karena Bandara Internasional Soekarno-Hatta ada di Kota Tangerang. Transportasi massal dalam kota semisal Kereta Api, Busway, MRT / Monorel dan moda transportasi Bis terintegrasi antar kota pun akan ada.

E-City). Ini harapanya bagaimana masyarakat dan pengunjung Kota Tangerang dimanjakan oleh fasilitas daya dukung teknologi informasi. Warganya harus melek internet dan siap menjadi kota yang Start Up. Cita-citanya jadilah Silicon Valley-nya Indonesia. Untuk menuju ke arah itu setidaknya hal itu sudah dijalankan misalnya,  Tangerang Smart Network, Wifi,  LPSE, Aplikasi area traffic control system, Call Center 24 jam, Website Kota Tangerang. Pokoknya, kedepan info-info semisal pekerjaan, program dan layanan adminitrasi pemerintah, kuliner, kesehatan, lalu lintas, banjir, pendidikan  dan lain-lain, semua serba digital. Tinggal klik… beres !

Konsep LIVE tentu saja harapan gemilang. Sebagai warganya saya dan juga anda meyakni bahwa kota yang kita tempati tanah dan airnya ini akan menjadi kota yang tidak hanya baik tapi juga hebat dimasa depan. Semoga semua warga masyarakat menjadi lebih sejahtera sesuai harapan visi kota ini. Kita pun berkewajiban tak hanya mendukung program Pemkot Tangerang, melainkan harus berbuat dan bahu-membahu turut mewujudkannya. Apa yang dilakukan sahabat saya Jasmara Bahar (Anjas) dkk, dalam Pokja-nya Revitalisasi Pasar Anyar adalah bukti kongkrit dari kepedulian-nya kepada kota ini. Semoga langkah teman-teman ini bisa menularkan semangat bagi simpul masyarakat lainnya untuk berbuat hal serupa–demi Kota Tangerang yang hebat. Semoga ! Bagaimana pendapat anda ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

en_USEnglish
Open chat